ANALISIS
PENERAPAN E-BUSINESS
STUDI
KASUS PADA
PT.
SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY (SMART), Tbk
Abstrak
E-bisnis
dapat diartikan sebagai pemanfaatan teknologi jaringan dan
komunikasi
oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk meningkatkan
proses
bisnisnya. Penerapan e-bisnis pada suatu unit usaha dapat menimbulkan
keuntungan
atau kerugian. Pada satu sisi pemanfatan teknologi informasi untuk bisnis
memberikan
keuntungan dalam hal peningkatan penjualan, memperluas pemasaran
dan
promosi serta meningkatkan efisiensi, tetapi disisi lain penerapan e-bisnis
cenderung
mengakibatkan kerugian
karena
biaya yang dibutuhkan untuk
mengoperasikan
teknologi tersebut sangat tinggi sehingga pihak manajemen harus
mempertimbangkan
cost dan benefit dari pemanfaatan tersebut. Artikel ini mencoba
untuk
melakukan analisis terhadap penerapan e-bisnis PT. Sinar Mas Argo Resources
and
Technology (SMART), Tbk. Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur
yang
telah menerapkan teknologi informasi (e-bisnis) dalam kegiatan bisnis
perusahaannya.
Hasil
analisis terhadap penerapan e bisnis pada PT. SMART, Tbk adalah
bahwa
penerapan tersebut memberi banyak keuntungan baik bagi pihak luar maupun
bagi
perusahaan itu sendiri. Pihak luar dari kalangan investor dapat memperoleh
informasi
tentang laporan keuangan dan pengumuman deviden melalui item for
investor.
Bagi para konsumen, informasi mengenai produk dapat diperoleh melalui
item
for consumer. Selain itu, para pencari kerja juga dapat memperoleh informasi
mengenai
lowongan pekerjaan di perusahaan melalui item for job seeker. Hal
tersebut
diatas
dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Keuntungan yang
dapat
diraih tidak hanya sebatas keuntungan finansial, tapi juga keuntungan
nonfinansial.
Namun sayangnya, keuntungan financial yang tercermin dari laporan
keuangan
tidak dapat diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan dalam laporan
keuangan
yang dapat diamati, baik akun biaya maupun laba usaha kurang terperinci.
Hal
ini mengakibatkan tidak diketahui secara pasti berapa besar rupiah yang
digunakan
sebagai biaya promosi dan lain-lain serta keuntungan yang diperoleh dari
usaha
e-bisnis itu sendiri.
Kata
Kunci : E-Bisnis, Penerapan E-Bisnis pada PT SMART, Tbk dan Analisis
Penerapan
E-Bisnis pada PT SMART, Tbk



A.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
E-bisnis
(Electronic Business, atau "E-business") dapat
diterjemahkan sebagai
kegiatan
bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan
menggunakan
sistem informasi komputer (Wikipedia Indonesia). Definisi lain
mengatakan
e-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan
pembelian,
penjualan, pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan
bisnis.
Istilah e-business pertama kali digunakan salah satunya oleh IBM pada
tahun
1997.
(SearchCIO.com). Dengan demikian, e-bisnis dapat diartikan sebagai
penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau
pihak-pihak
terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga
dapat
memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas,
integrasi,
optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
Penerapan
e-bisnis pada suatu unit usaha sebenarnya dapat menimbulkan
keuntungan
atau kerugian bagi unit usaha yang dimaksud. Terkadang permasalahan
ini
menjadi dilema yang harus diselesaikan oleh manajemen. Pada satu sisi,
teknologi
ini
akan sangat menguntungkan penjualan. Promosi dapat dilakukan secara meluas.
Sampai
pada efesiensi tenaga kerja, secara tidak langsung. Namun, bagi beberapa unit
usaha,
penerapan e-bisnis cenderung akan mengakibatkan kerugian. Hal ini
dikarenakan
biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi ini sangat tinggi.
Bahkan
bisa lebih tinggi daripada keuntungan yang diperoleh dari penerapan e-bisnis
itu
sendiri. Sehingga hal ini tidak memenuhi teori cost and benefit. Di mana
benefit
yang
seharusnya diperoleh lebih besar daripada cost yang dikeluarkan.
Hal
inilah yang kemudian membuat penulis tertarik untuk melakukan analisis
terhadap
penerapan e-bisnis pada sebuah unit usaha. Unit usaha yang penulis pilih
untuk
analisis ini adalah PT. Sinar Mas Argo Resources and Technology (SMART),
Tbk.
Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur yang telah menerapkan
teknologi
informasi (e-bisnis) dalam kegiatan bisnis perusahaannya
2.
Profil Perusahaan
PT.
Sinar Mas Agro Resources and Technology
(SMART),
Tbk adalah sebuah perusahaan agribisnis
dengan
komoditi utama berupa kelapa sawit yang
berkantor
pusat di jalan M. H. Thamrin No. 51 Kav. 22, Jakarta 10350, dengan
presiden
direktur Muktar Widjaja. Perusahaan ini dapat dihubungi pada nomer berikut
:
Phone : 021 318 1388 (hunting system) - Fax : 021 318 1389, Email
Resources
Limited (GAR), perusahaan komoditi kelapa sawit terbesar di dunia yang
berada
di Singapore. PT. SMART, Tbk pertama kali didirikan tahun 1962, pada saat
itu
bernama PT Maskapai Perkebunan Sumcama Padang Halaban, kemudian baru
pada
tahun 1991 berganti nama menjadi PT. SMART Corporation. Pada tahun 1992,
pihak
manajemen mengambil kebijakan untuk go public dengan mendaftarkan
sahamnya
ke bursa saham Jakarta dan Surabaya. Dengan listingnya perusahaan ini di
pasar
bursa, nama perusahaan berubah menjadi PT. SMART, Tbk pada tahun 1999
berdasarkan
peraturan pemerintah no. 26 tahun 1998.
Perusahaan
ini memiliki visi “untuk menjadi yang terbaik”. Dengan visi ini
perusahaan
memutuskan untuk menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di
Indonesia.
Guna mewujudkan visi ini, PT. SMART, Tbk telah menguasai seratus
persen
(100%) perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit, seperti : PT
Gemamina
Kencana, PT Kresna Duta Agroindo, PT Maskapai Perkebunan Leidong
West
Indonesia, PT Perusahaan Perkebunan Panigoran, PT Satya Kisma Usaha, PT
Tapian
Nadenggan, serta 85 % penguasaan pada PT Langgeng Subur. Sementara
pemegang
saham mayoritas perusahaan ini adalah PT. Purimas Sasmita sebesar 72,19
%.
Untuk kegiatan manufakturnya, perusahaan ini dibantu PT. Sinar Oleochemical
International
dengan penguasaan oleh PT. SMART, Tbk sebesar 40 %.
Perusahaan
ini menghasilkan berbagai jenis produk yang berasal dari kelapa sawit,
seperti
margarin, minyak sayur, dan shortening. PT. SMART, Tbk juga membawahi
beberapa
Brand produk sejenis, seperti Filma, Kunci Mas, Mitra Margarine, Delicio,
PalmVita,
dll. Filma dapat dikatakan sebagai produk unggulan, karena prestasi ‘super
brand’
yang diraihnya. Namun yang menjadi jargon perusahaan ini adalah
produk
margarine dengan merek Simas Margarine. Hal ini akan nampak ketika





|
konsumen
melakukan hubungan (telpon) dengan perusahaan, maka akan terdengar
nada
sambung berirama dengan lirik “Simas Margarine…”.
Ketatnya
persaingan di dunia industri ini, mengharuskan perusahaan memiliki
strategi
kompetitif untuk mengungguli pesaingnya. Untuk itu, produk-produk dari PT.
SMART,
Tbk didukung dengan jaringan distribusi yang luas, pengiklanan yang
intensif,
dan promosi-promosi langsung lainnya. Dalam hal ekspor, afiliasi dengan
GAR
sangat memberi kemudahan.
Pada
tahun 2005, PT. SMART, Tbk mulai membuka website-nya di internet.
Situs
ini memuat berbagai hal yang diperlukan oleh berbagai pihak. Seperti misalnya
bagi
investor, tersedia informasi tentang laporan keuangan, harga internasional,
pengumuman-pengumuman,
dll. Bagi pelanggan, situs ini memaparkan tentang
berbagai
jenis produk yang ditawarkan. Bahkan, situs ini menyediakan informasi bagi
para
pencari kerja. Selanjutnya, perkembangan dan inovasi terus dilakukan oleh PT.
SMART,
Tbk guna mewujudkan visi perusahaan.
B.
ANALISIS PENERAPAN E- BISNIS
1.
Penerapan E-Bisnis Pada PT. SMART, Tbk
Kegiatan
e-bisnis dapat dilakukan dalam beberapa model, misalnya Business to
Consumer
(B2C), Business to Business (B2B), Business to Government (B2G), dan
Business
to Education (B2E). Sistem e-bisnis pada PT. SMART, Tbk yang akan
dianalisis
adalah e-bisnis model B2C. Dalam hal ini, perusahaan berusaha memberi
kemudahan
bagi konsumen untuk mengakses atau mengetahui tentang perusahaan
yang
dimaksud. Tidak hanya konsumen, namun juga pihak-pihak lain dapat
memanfaatkan
sistem ini, seperti investor, bahkan para pencari kerja.
Business
to Consumer (B2C) is a transaction
that occurs between aError! Hyperlink reference not valid.
and
a consumer, as opposed to a transaction between
companies (called B2B). The
term
may also describe a company that provides goods or
services for consumers.
B2C
menjembatani aktivitas antara organisasi-dalam hal ini PT. SMART, Tbk-
dengan
para konsumen serta pihak yang berkepentingan lainnya. Salah satu cara yang
ditempuh
perusahaan dalam menerapkan e-bisnis adalah dengan memanfaatkan media
jaringan
dan komunikasi. PT. SMART, Tbk telah menyediakan situs/website tentang
perusahaannya
di internet yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan di mana
saja
( www.smart-tbk.com ). Penerapan situs ini
terkait dengan citra perusahaan dan
merupakan
salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk lebih mengenalkan
kepada
khalayak, baik produk maupun perusahan itu sendiri (salah satu bentuk e-
bisnis
dalam hal promosi).
Melalui
situs tersebut, banyak informasi yang dapat diperoleh oleh khalayak.
Berikut
beberapa item yang dapat dimanfaatkan :
1.
Item for Investor.
Dalam
item ini, tersedia informasi mengenai laporan tahunan, hasil kuartalan,
harga
internasional, perkebunan dan produksi, informasi kepada shareholders,
serta
pengumuman-pengumuman terbaru.
2.
Item for Costumers.
Item ini
menyediakan ragam produk yang dapat dikonsumsi oleh konsumen,
berikut
kelebihan-kelebihan dari produk tersebut. Sehingga para konsumen dapat
mengetahui
keunggulan produk-produk tersebut.
3.
Item for Job Seekers.
Item ini
memberikan informasi mengenai peluang-peluang untuk dapat bergabung
dengan
perusahaan ini. termasuk juga kriteria yang diperlukan untuk dapat bekerja
di
sana.
4.
Item Product Recipes.
Perusahaan
juga memanjakan konsumennya dengan memberikan beberapa resep
masakan
yang dapat dicoba oleh customer dengan menggunakan produk
perusahaan.
2.
Analisis Penerapan E Bisnis PT. SMART, Tbk
Penjabaran
mengenai analisis penerapan e-bisnis ini akan dilakukan secara
deskriptif-induktif.
Penulis akan menganalisis mulai dari bagian terkecil, kemudian
men-generalisasi
hasil analisis yang diperoleh. Analisis diawali dari manfaat yang
diperoleh
dengan adanya situs atau website.
Bagi
para investor
Baik
inverstor lama maupun investor yang akan bergabung, dapat memperoleh
informasi
yang sangat penting. Melalui laporan tahunan dan hasil kuartalan, investor
dapat
mengetahui
bagaimana
kinerja
perusahaan.
Informasi-informasi
dan
pengumuman
lainnya yang dimuat akan memberikan sinyal kepada investor untuk
mengambil
keputusan. Informasi-informasi seperti ini dapat diakses secara cepat oleh
investor.
Hal ini tentunya akan mempersingkat jarak dan waktu yang dibutuhkan
investor
dalam mengambil keputusan untuk bergabung atau malah menarik
investasinya.
Namun, keterbatasan yang akan dihadapi oleh para investor adalah
ketika
mereka mengandalkan situs ini, sementara informasi tersebut belum dimuat di
dalam
situs atau situs belum di update.
Adanya
situs ini memberi keuntungan bagi perusahaan ketika informasi-informasi
yang
dimuat memberikan sinyal positif kepada investor. Sehingga investor baru yang
sebelumnya
belum
mengetahui
perusahaan
terkait
menjadi
tertarik
untuk
menanamkan
modalnya. Sebaliknya, perusahaan akan sulit menutupi sinyal buruk
yang
ditangkap investor atas perusahaan.
Bagi
para konsumen
Konsumen
tentunya tidak terlalu tertarik dengan informasi-informasi keuangan
perusahaan.
Oleh karena itu, perusahaan memberikan kolom khusus bagi konsumen
untuk
mengetahui berbagai produk yang ditawarkan. Melalui situs ini, konsumen
semakin
dapat mengenal produk-produk yang ditawarkan perusahaan. Kemudian
mengetahui
lebih dalam mengenai keunggulan-keunggulan yang dimiliki produk
tersebut.
Selain itu, para konsumen juga disuguhkan berbagai resep masakan yang
dapat
dibuat menggunakan produk yang ditawarkan sehingga mendorong konsumen
untuk
membeli produk tersebut. Hal ini akan memberi keuntungan bagi perusahaan.
Dapat
dikatakan pula situs ini menjadi sarana promosi terhadap konsumen.
Ketika
konsumen
mengetahui keunggulan yang dimiliki oleh produk tertentu dari
perusahaan,
mereka mulai berfikir untuk berpindah menggunakan produk tersebut.
Tidak
hanya sebatas ini yang akan diperoleh perusahaan. Efek domino yang akan
diterima
perusahaanlah yang menjadi tujuan. Pada saat satu orang konsumen
mengetahui
kelebihan satu produk, kemudian menggunakan produk tersebut, ia akan
menyebarkan
keunggulan
produk
tersebut
kepada
orang
lain.
Kemudian
mempengaruhi
orang lain untuk turut menggunakan produk tersebut. Dengan
demikian,
secara tidak langsung sarana promosi yang seperti ini akan meningkatkan
penjualan
perusahaan.
Bagi
para pencari kerja
Para
pencari kerja dapat memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan di PT.
SMART,
Tbk. Para pencari kerja yang berminat dapat mendaftarkan diri secara online
melalui
situs ini. Hal ini memudahkan para pencari kerja dalam hal pengiriman surat
lamaran
yang hemat dan cepat, serta lebih terjamin. Bagi perusahaan juga merupakan
kemudahan
untuk mendata para pelamar yang telah masuk secara online di komputer
tanpa
harus meng-entry data pelamar. Dengan demikian dapat mempercepat proses
administrasi.
Sampai
pada bagian ini, penerapan e-bisnis (situs/website) terlihat memberikan
dampak
positif atau keuntungan yang lebih bagi perusahaan. Meningkatkan citra
perusahaan,
meningkatkan penjualan, secara tidak langsung dapat meningkatkan
investasi
(modal) pada perusahaan, merupakan beberapa keuntungan yang dapat
diraih
PT. SMART, Tbk melalui situs ini. Namun demikian, perlu diketahui pula
bagaimana
pengaruh penerapan e-bisnis ini dari segi keuangan/financial perusahaan
selain
pada penjualan. Apa saja keuntungan yang akan diperoleh PT. SMART, Tbk,
dan
apa pula konsekuensi yang harus ditanggung akibat penerapan e-bisnis ini.
Penerapan
e-bisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi jaringan dan
komunikasi
tentunya memberikan dampak yang sangat besar bagi perusahaan dalam
hal
meningkatkan penjualan dan beberapa hal lain yang telah disebutkan sebelumnya.
Namun,
perlu diperhatikan juga bahwa penerapan suatu teknologi informasi yang
mutakhir
memerlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Apabila biaya yang harus
dikeluarkan
demi teknologi ini tidak sebanding dengan keuntungan kompetitif yang
akan
diraup perusahaan, maka penerapan teknologi ini tidak akan efisien atau bahkan
dapat
menyebabkan kerugian. Berikut ini analisis kebermanfaatan penerapan e-bisnis
pada
PT. SMART, Tbk dilihat dari laporan keuangan tahun sebelum penerapan e-
bisnis
(2004) dan tahun 2005 setelah penerapan e-bisnis -dengan membuka
situs/website.
Pada
tahun 2004, biaya penjualan, termasuk biaya promosi dan iklan sebesar Rp
128.207.022.143.
Sementara pada tahun 2005 biaya ini menjadi lebih besar, salah
satunya
dimungkinkan karena adanya penerapan e-bisnis (website) ini. Biaya ini
naik
sebesar
Rp 65.829.411.172 menjadi Rp 194.036.433.315. Dilihat dari laba yang
diperoleh,
tahun
2004
perusahaan
memperoleh
laba
usaha
sebesar
Rp
283.395.386.692,
kemudian
tahun
2005,
laba
usaha
naik
menjadi
Rp
424.969.872.324.
Keuntungan dari penerapan e-bisnis ini mungkin juga memberi
kontribusi
tertentu dari kenaikan laba usaha sebesar Rp 141.574.485.632. Berikut ini
dapat
dilihat grafik perolehan laba dan biaya PT. SMART, Tbk tahun 2004-2006:
Grafik
Biaya-Laba Usaha PT. SMART, Tbk
2004-2006
Biaya
Laba Usaha
Rp700.000.000.000
Rp600.000.000.000
J
u
m
l
a
h
Rp500.000.000.000
Rp400.000.000.000
Rp300.000.000.000
Rp200.000.000.000
Rp100.000.000.000
Rp-
2004
2005
2006
Tahun
Dari
grafik di atas, terlihat bahwa dari tahun ke tahun laba usaha yang dicapai
PT.
SMART, Tbk terus meningkat. Bahkan pada tahun 2006, kenaikan laba usaha
yang
terjadi hampir mendekati 1,5 kali dari kenaikan tahun sebelumnya. Sedangkan
biaya
tertinggi terjadi pada tahun 2005. Hal ini disinyalir karena adanya biaya
penerapan
e-bisnis (website), yang terkandung di dalamnya biaya infrastruktur
teknologi
yang baru di gunakan. Namun, pada tahun berikutnya biaya ini kembali
turun,
karena tidak membutuhkan biaya pembuatan lagi, tetapi sekedar biaya
operasional
saja.
Dengan
demikian terbukti bahwa penerapan e-bisnis bagi PT. SMART, Tbk
memerlukan
biaya yang sangat tinggi, atau menyebabkan kenaikan jumlah biaya
operasi.
Namun dengan besarnya keuntungan yang diperoleh, biaya tersebut menjadi
tidak
terlalu material. Sehingga, prinsip cost and benefit telah terpenuhi
dalam hal
penerapan
e-bisnis pada perusahaan ini.
Dari
uraian di atas, dapat diamati beberapa point mengenai manfaat yang dapat
diperoleh
dan kerugian yang mungkin diderita dari penerapan e-bisnis pada PT.
SMART,
Tbk, antara lain sebagai berikut:
|
Manfaat
:
1.
Lebih dikenalnya perusahaan ini di kalangan masyarakat yang akhirnya dapat
memperluas
pangsa pasar perusahaan (sarana promosi).
2.
Adanya peningkatan citra perusahaan di mata pasar.
3.
Terbukanya kesempatan untuk memperoleh investor lain, selain meningkatkan
kepercayaan
investor lama.
4.
Timbulnya sikap kecintaan produk dan loyalitas dari konsumen, yang berdampak
pada
meningkatnya pendapatan penjualan akibat efek domino dari promosi yang
dilakukan
melalui website.
5.
Perusahaan dapat menyampaikan berbagai informasi kepada semua pihak yang
berkepentingan
dengan cepat, tepat dan efisien.
6.
Perusahaan memperoleh kemudahan dalam proses rekruitmen karyawan.
Kerugian:
1.
Adanya penambahan biaya operasional untuk menjalankan teknologi ini.
2.
Dapat terjadi missed-communication antara manajemen perusahaan dan
investor
akibat
kurangnya hubungan secara langsung.
3.
Jika terjadi kesalahan yang telah dimuat di media ini, akan sulit untuk
memperbaikinya,
karena hal ini dengan sangat cepat tersebar kepada setiap
pembaca.
4.
Perusahaan mau tidak mau harus membuka semua informasi melalui media ini.
Dengan
demikian, perusahaan tidak dapat menutup-nutupi keadaan bahkan yang
kurang
baik dalam diri perusahaan. Hal ini akan memberi sinyal negatif bagi
investor
atau pihak lain.
C.
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Bagi
perusahaan besar, seperti PT. SMART, Tbk dan lainnya, menerapkan
teknologi
informasi jaringan dan komunikasi akan sangat memberikan dampak
positif.
Namun, bagi perusahan menengah, terlebih bagi perusahaan kecil, penerapan
teknologi
mutakhir seperti ini cenderung akan mengakibatkan kerugian financial yang
cukup
besar. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan dan
operasional
teknologi ini sangat besar. Sedangkan hasil yang diperoleh belum tentu
dapat
menutupi biaya tersebut, apalagi diharapkan dapat memberikan laba bagi
perusahaan.
Adalah
penting untuk menjalin dan menjaga hubungan dengan pihak eksternal
dalam
kerangka proses bisnis perusahaan. Hubungan yang terbina dengan baik antara
perusahaan
dan relasi-relasinya, pada akhirnya akan dapat meningkatkan nilai
perusahaan
(value of firm) melalui baiknya value chain perusahaan tersebut.
Terdapat
berbagai
macam sarana yang dapat digunakan untuk membina hubungan ini, seperti
event
perusahaan, media cetak, media elektronik, dll. PT. SMART, Tbk memilih
sarana
internet (wibesite) untuk menghubungkan pihak perusahaan dengan pihak
luar
seperti
konsumen, maupun shareholder. Dengan kata lain, PT. SMART, Tbk telah
menerapkan
sistem e-bisnis (B2C) untuk memperlancar proses bisnisnya.
Website
yang diluncurkan oleh PT. SMART, Tbk memberi banyak keuntungan
baik
bagi pihak luar maupun bagi perusahaan itu sendiri. Pihak luar dari kalangan
investor
dapat memperoleh informasi tentang laporan keuangan dan pengumuman
deviden
melalui item for investor. Bagi para konsumen, informasi mengenai produk
dapat
diperoleh melalui item for consumer. Selain itu, para pencari kerja juga
dapat
memperoleh
informasi mengenai lowongan pekerjaan di perusahaan melalui item for
job
seeker.
Penerapan
e-bisnis pada PT. SMART, Tbk dapat dikatakan sangat baik. Karena
hal
ini dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan. Keuntungan yang
dapat
diraih tidak hanya sebatas keuntungan finansial, tapi juga keuntungan
nonfinansial.
Namun sayangnya, keuntungan financial yang tercermin dari laporan
keuangan
tidak dapat diketahui secara pasti. Hal ini dikarenakan dalam laporan
keuangan
yang dapat diamati, baik akun biaya maupun laba usaha kurang terperinci.
Hal
ini mengakibatkan tidak diketahui secara pasti berapa besar rupiah yang
digunakan
sebagai biaya promosi dan lain-lain serta keuntungan yang diperoleh dari
usaha
e-bisnis itu sendiri.
Dalam
e-bisnis yang dijalankan, PT. SMART, Tbk tidak memberikan fasilitas e-
commerce
secara langsung bagi konsumennya. Hal ini mengingat bahwa perusahaan
ini
adalah perusahaan manufaktur yang besar. Karakteristik perusahaan yang seperti
ini
akan menyulitkan perusahaan jika diharuskan untuk melayani penjualan retail
kepada
konsumen. Sehingga perusahaan hanya melayani penjualan kepada agen-agen
besar
langganannya, seperti hypermarket, mal-mal atau agen utama lainnya.
Sementara
pedagang-pedagang retail akan berhubungan dengan agen-agen tersebut
tanpa
berhubungan langsung dengan perusahaan.
2.
Saran
Untuk
melengkapi tampilan website milik PT. SMART, Tbk, penulis
menyarankan:
1.
Mengadakan pooling terhadap para pembaca atau pengguna website atas manfaat
yang
dirasakan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem
ini.
2.
Sebaiknya perusahaan menyediakan kolom complaint bagi para konsumen.
sehingga
para konsumen dapat menyampaikan keluhannya dengan mudah.
Berdasarkan
analisis e-bisnis studi kasus pada PT. SMART, Tbk, dapat
diperoleh
beberapa saran yang dapat dipertimbangkan bagi institusi atau perusahaan
lain
yang akan menerapkan sistem e-bisnis ini. Saran tersebut antara lain :
1.
Sebelum memutuskan untuk menerapkan e-bisnis pada suatu perusahaan,
sebaiknya
manajemen melakukan analisis cost and benefit serta memperhitungkan
karakteristik
perusahaan terlebih dahulu.
2.
Bagi perusahaan yang belum memiliki sumber daya manusia yang berkompeten
untuk
menangani pembuatan e-bisnis, dapat melakukan outsourcing pada pihak
independent
yang berkompeten. Kemudian melakukan pelatihan bagi karyawan-
karyawan
lainnya untuk operasional e-bisnis.
3.
Setelah menerapkan sistem e-bisnis, sebaiknya perusahaan mengadakan pooling
terhadap
manfaat
yang dirasakan konsumen untuk mengetahui tingkat
keberhasilan
sistem ini.
Kemudian,
bagi Mahasiswa yang akan melakukan analisis selanjutnya, penulis
menyarankan
untuk melakukan analisis dengan lebih mendalam. Hal ini diperlukan
untuk
mengetahui dengan tepat manfaat dan kerugian dari penerapan e-bisnis dalam
suatu
perusahaan baik dari segi financial maupun nonfinancial. Dari
segi financial,
akan
lebih baik jika diketahui elemen laporan keuangan yang lebih terperinci, dalam
hal
ini dapat dipertimbangkan laporan keuangan dengan metode current cost.
DAFTAR
PUSTAKA
Romney,
Marshall B. 2006. Accounting Information System. Jakarta : Salemba
Empat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar